Senin, 12 Maret 2012

Menyiapkan "Deposito Diri" Agar Keluarga Sejahtera

Kesadaran finansial tidak merata untuk keluarga di Indonesia. Padahal merencanakan keuangan penting, terutama bagi keluarga, untuk menuju sejahtera. Minimnya pengetahuan membuat banyak orang tidak merencanakan keuangan dengan baik. Alhasil, pendapatan yang diterima setiap bulannya terserap tanpa terencana atau bahkan tanpa target yang pasti.

"Banyak orang yang tidak memiliki target yang pasti, termasuk dalam perencanaan keuangannya, dalam rangka untuk mensejahterakan diri dan keluarganya. Padahal setiap orang butuh target yang jelas untuk membantunya meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama dalam perencanaan keuangan," jelas Hendri Hartopo, Konsultan Independen Perencanaan Keuangan, kepada Kompas Female di sela jumpa pers Avrist Purple Movement, di Jakarta, Selasa (25/10/2011) lalu.

Untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga, suami juga istri yang memiliki pendapatan rutin perlu menentukan target berdasarkan kebutuhan sebenarnya. Artinya, jika Anda merencanakan keuangan keluarga dengan membeli polis asuransi, dengan berinvestasi, atau apa pun produk keuangan yang Anda pilih untuk menyiapkan keuangan jangka panjang, tujuannya harus jelas.

Jangan membeli produk keuangan dengan menyesuaikan diri pada pilihan produk yang tersedia atau menyesuaikan kemampuan Anda. Menurut Hendri, paradigma yang benar adalah, tentukan terlebih dahulu kebutuhan keuangan Anda dengan perhitungan yang pasti.

Hendri menyebutnya sebagai deposito diri. Setiap orang harus mendepositokan dirinya, menyiapkan uang pertanggungan atas dirinya. Jadi, ketika individu tersebut tak lagi produktif, atau tidak lagi berpenghasilan, deposito diri inilah yang akan menanggung hidupnya. Deposito diri ini bukan produk deposito, melainkan persiapan keuangan yang semestinya ada di setiap keluarga.

Hendri menyontohkan bagaimana cara menghitungnya. Jika penghasilan bulanan Anda Rp 2 juta per bulan atau Rp 25 juta satu tahun, bagi dengan lima persen (mengacu pada pertumbuhan rata-rata produk deposito), hasilnya setiap individu yang berpenghasilan dalam rumah tangga membutuhkan uang pertanggungan diri (deposito diri) Rp 500 juta.

Uang Rp 500 juta inilah yang harus dipersiapkan setiap individu dengan penghasilan atau pengeluaran Rp 2 juta per bulan misalnya. Jika Anda dan pasangan memiliki pengeluaran bulanan, setelah digabungkan, Rp 5 juta, maka nilai deposito diri berbeda, dan semakin besar. Gunakan rumus untuk menghitung berapa deposito diri yang butuh dipersiapkan Anda dan pasangan.

Untuk pasangan menikah, rumus deposito diri yang Anda harus persiapkan adalah jumlah pengeluaran atau pendapatan tahunan (setelah digabung antara suami dan istri), dibagi lima persen. Hasilnya, itulah nilai deposito diri yang harus dipersiapkan masing-masing individu, suami dan istri menyiapkan keuangan masing-masing.

Nah, deposito diri inilah yang menjadi target keuangan keluarga untuk menjadi lebih sejahtera. Jika Anda sudah menetapkan targe Rp 500 juta, maka rencanakan keuangan dengan bijak. Pilih produk keuangan dengan tepat.

"Dengan adanya target, penghasilan rutin bulanan bisa lebih terencana. Satu orang Jepang bisa memiliki tujuh polis asuransi yang berbeda. Ini merupakan cara yang dilakukan mereka untuk mencapai target deposito diri," jelas Hendri.

Hendri menjelaskan, uang pertanggungan diri tersebut didapatkan dari beberapa komposisi produk keuangan. Empat produk keuangan yang wajib dimiliki untuk mencapai target keuangan pribadi tersebut adalah asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi whole life, kombinasi beberapa produk keuangan lainnya seperti unit link, reksa dana, dan produk investasi lainnya.

"Komposisi ini bisa berubah dan direvisi seiring perubahan pendapatan, juga pengeluaran, dan perubahan gaya hidup. Bisa jadi jumlah target Anda bertambah besar seiring meningkatnya pendapatan dan pengeluaran misalnya," kata Hendri.

Dengan paradigma seperti ini, Anda bisa merencanakan keuangan dan masa depan lebih baik, dan impian untuk mewujudkan keluarga sejahtera juga dapat terwujud. Namun sayangnya, kesadaran finansial di Indonesia masih rendah.

Untuk penetrasi asuransi jiwa misalnya, data dari Bapepam-LK menunjukkan pada semester pertama 2011, angka penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih rendah, yakni 1,21 persen terhadap total penduduk Indonesia.

Padahal asuransi jiwa penting dimiliki keluarga Indonesia, sebagai bentuk proteksi, terutamanya proteksi untuk si pencari nafkah dalam keluarga yang menjadi tulang punggung ekonomi rumah tangga.

"Ada dua tipe orang yang merasa tidak perlu asuransi. Satu, orang yang kaya sekali. Dua, orang yang hidup untuk hari ini, tidak ada tujuan untuk 5-10 tahun ke depan," jelas Hendri.

Sumber: KOMPAS.com

Kamis, 08 Maret 2012

Mengenal Asuransi


Apakah Asuransi Itu?
Asuransi adalah suatu mekanisme pemindahan resiko dari Tertanggung (Nasabah) kepada Penanggung (pihak asuransi). Dengan sejumlah premi yang yang pasti, Tertanggung terbebas dari ketidakpastian kerugian yang mungkin akan diderita.
Siapakah Tertanggung?
Tertanggung adalah orang atau individu atau badan hukum yang memiliki kepentingan keuangan terhadap barang/properti yang dipertanggungkan sehingga ia memiliki hak untuk membeli proteksi asuransi.
Siapa yang disebut Penanggung?
Penanggung adalah perusahaan asuransi yang akan memberikan ganti rugi kepada Tertanggung atas kerugian yang dideritanya sesuai dengan polis yang diterbitkannya.
Apakah yang dimaksud dengan Polis?
Polis merupakan kesepakatan tertulis antara Penanggung dan Tertanggung yang berisi kondisi yang berlaku serta data-data obyek pertanggungan.
Apakah fungsi utama dari Asuransi?
Fungsi utama dari asuransi adalah menempatkan posisi keuangan Tertanggung kembali kepada saat sebelum terjadi kerugian/loss.
Apakah perbedaan antara Asuransi Jiwa dengan Asuransi Kerugian?
Perbedaan terletak pada obyek pertanggungannya. Dalam asuransi jiwa yang menjadi obyek pertanggungannya adalah jiwa manusia, sedangkan dalam asuransi kerugian yang menjadi obyek pertanggungan adalah barang atau properti (rumah, mobil, pabrik, dll) dan kewajiban hukum terhadap pihak ketiga.
Apakah keuntungannya membeli jasa Asuransi?
  • Mengurangi ketidakpastian resiko.
  • Kepastian akan adanya proteksi asuransi.
  • Mengurangi beban keuangan akibat timbulnya kerugian.
  • Memperoleh masukan berupa informasi dan saran mengenai cara untuk mengurangi/ meminimalisasi resiko
  • Menjamin ketenangan untuk berusaha/bekerja.
Mengapa kondisi yang ditawarkan oleh suatu perusahaan asuransi dapat berbeda dengan perusahaan asuransi yang lain?
Perbedaan kondisi asuransi yang ditawarkan diantara perusahaan asuransi disebabkan karena:
  • Adanya perbedaan program asuransi
  • Perbedaan kualitas dari re-asuransi yang mendukungnya dan
  • Perbedaan cara menilai resiko yang ada
Apakah kita boleh membeli lebih dari satu polis asuransi untuk menutup obyek pertanggungan yang sama?
Boleh saja, tetapi Tertanggung akan rugi karena membayar premi lebih, sedangkan ia tidak akan memperoleh ganti rugi yang melebihi kerugian yang dideritanya. Mengapa? Karena secara prinsip, proteksi asuransi tidak boleh memberikan keuntungan lebih bagi Tertanggung, tetapi hanya menempatkan posisi keuangan tertanggung kepada saat sebelum klaim.
Apakah seseorang bisa mengasuransikan barang atau harta benda yang bukan miliknya?
Tidak bisa, kecuali, jika ia memiliki kepentingan keuangan terhadap barang/properti tersebut, misalnya : pihak Leasing atau Bank.
SUMBER:cnnmoney.com

Sedia Payung Sebelum Hujan

Dalam menghadapi masa depan yang penuh dengan ketidakpastian, ungkapan bijak 'Sedia payung sebelum hujan' perlu kita terapkan. Ungkapan tersebut bisa saja diartikan sebagai:
  1. Mengantisipasi masalah sebelum masalah tersebut terjadi,
  2. Menabung selagi bisa atau selagi masih muda agar kelak jika terjadi musibah, akan lebih mudah ditanggulangi,
  3. Selalu waspada akan segala kemungkinan yang belum terjadi.
Namun, hal tersebut jangan menjadikan kita pesimis atau berpikiran negatif bahwa sesuatu yang buruk pasti bakal terjadi. Justru kita bisa lebih yakin dalam menjalani masa sekarang dan lebih optimis dalam menghadapi masa depan karena kita telah mempersiapkan segala hal dengan sebaik mungkin.

Begitu halnya dengan berasuransi, memiliki asuransi berarti kita telah mempersiapkan masa depan kita dengan lebih baik. Terutama dengan produk asuransi unit link, kita bisa merencanakan tabungan pendidikan anak, tabungan dana pensiun, tabungan untuk dana darurat, tabungan haji, serta tujuan menabung lainnya dengan lebih baik karena kita tak hanya memperoleh manfaat dalam bentuk tunai (tabungan) tapi juga terlindungi dengan manfaat asuransi kesehatan serta asuransi jiwa.

Memiliki asuransi seperti halnya kita sedia payung sebelum hujan, meskipun ternyata hujan memang turun dengan derasnya, kita masih tetap dapat  tersenyum di balik payung yang telah kita persiapkan sebelumnya.

Mari Berasuransi...